R. Otto Iskandardinata

By Isnaeni de Andreotti 14 Jun 2016, 13:29:14 WIBTokoh

Awal kehidupan

Otto Iskandardinata lahir pada 31 Maret 1897 di Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Ayah Otto adalah keturunan bangsawan Sunda bernama Nataatmadja. Otto adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara.[2]

Otto menempuh pendidikan dasarnya di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Bandung, kemudian melanjutkan di Kweekschool Onderbouw (Sekolah Guru Bagian Pertama) Bandung, serta di Hogere Kweekschool (Sekolah Guru Atas) di Purworejo, Jawa Tengah. Setelah selesai bersekolah, Otto menjadi guru HIS di Banjarnegara, Jawa Tengah. Pada bulan Juli 1920, Otto pindah ke Bandung dan mengajar di HIS bersubsidi serta perkumpulan Perguruan Rakyat.[2]

Pra kemerdekaan

Dalam kegiatan pergarakannya pada masa sebelum kemerdekaan, Otto pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Budi Utomocabang Bandung pada periode 1921-1924, serta sebagai Wakil Ketua Budi Utomo cabang Pekalongan tahun 1924. Ketika itu, ia menjadi anggota Gemeenteraad ("Dewan Kota") Pekalongan mewakili Budi Utomo.

Oto juga aktif pada organisasi budaya Sunda bernama Paguyuban Pasundan. Ia menjadi Sekretaris Pengurus Besar tahun 1928, dan menjadi ketuanya pada periode 1929-1942. Organisasi tersebut bergerak dalam bidang pendidikan, sosial-budaya, politik, ekonomi, kepemudaan, dan pemberdayaan perempuan.

Otto juga menjadi anggota Volksraad ("Dewan Rakyat", semacam DPR) yang dibentuk pada masa Hindia Belanda untuk periode1930-1941.

Pada masa penjajahan Jepang, Otto menjadi Pemimpin surat kabar Tjahaja (1942-1945). Ia kemudian menjadi anggota BPUPKIdan PPKI yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang sebagai lembaga-lembaga yang membantu persiapan kemerdekaan Indonesia.

Pasca kemerdekaan

Setelah proklamasi kemerdekaan, Otto menjabat sebagai Menteri Negara pada kabinet yang pertama Republik Indonesia tahun 1945. Ia bertugas mempersiapkan terbentuknya BKR dari laskar-laskar rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam melaksanakan tugasnya, Otto diperkirakan telah menimbulkan ketidakpuasan pada salah satu laskar tersebut. Ia menjadi korban penculikan sekelompok orang yang bernama Laskar Hitam, hingga kemudian hilang dan diperkirakan terbunuh di daerahBanten.[3].

Pahlawan nasional

Otto Iskandardinata diangkat sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 088/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973. Sebuah monumen perjuangan Bandung Utara di Lembang, Bandung bernama "Monumen Pasir Pahlawan" didirikan untuk mengabadikan perjuangannya. Nama Otto Iskandardinata juga diabadikan sebagai nama jalan di beberapa kota di Indonesia


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 7 Komentar untuk Berita Ini

  1. jasa seo 20 Des 2018, 09:38:54 WIB

    Selamat pagi dan selamat berlibur bagi kawan yang masih sekolah. Jangan lupa untuk tetap belajar. http://gedeb.us/

    Randabige 06 Jun 2019, 21:41:25 WIB

    Cialis Once A Day Pill <a href=http://genericvia.com>viagra</a> Tadalis Sx Soft Canada Online Pharmacy

    Randabige 11 Jun 2019, 05:12:45 WIB

    Propecia Generique Prix Kjop Priligy <a href=http://mdsmeds.com>cialis</a> Propecia Daily Dosage Benign Prostatic Hyperplasia

    Randabige 19 Jun 2019, 20:14:02 WIB

    Viagra Sur Le Net Acheter <a href=http://mdsmeds.com>generic cialis canada</a> Remoxy Amoxicillin Bangladesh

    Randabige 02 Jul 2019, 04:17:36 WIB

    Finasteride 1mg Best Price How Much Amoxicillin For 30 Lbs Orlisatat <a href=http://cialtadalaff.com>cialis 5 mg</a> Generique Sildenafil 20 Mg Viagra Diventa Generico

    Randabige 06 Jul 2019, 16:53:10 WIB

    Need Dutasteride Tridesun Viagro Pills Female Sample Tadalis Sx Soft <a href=http://bestlevi.com>levitra canada</a> Annee Ovulation Sous Clomid

    Randabige 26 Jul 2019, 06:45:40 WIB

    Suprax 400mg For Sale Cialis Prix Pharmacie Lyon Propecia Dosing <a href=http://viaaorder.com>viagra online</a> Baclofene Depression Acheter Viagra Danger Furosemide And Alcphol

View all comments

Write a comment